Home / Berita Umum / Sidang Kasus Hibah KONI Nama Menpora Muncul, KPK Mengaku Akan Cari Bukti

Sidang Kasus Hibah KONI Nama Menpora Muncul, KPK Mengaku Akan Cari Bukti

Sidang Kasus Hibah KONI Nama Menpora Muncul, KPK Mengaku Akan Cari Bukti – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal tunjukkan kebenaran berkenaan Menteri Pemuda serta Olah-raga (Menpora) Imam Nahrawi yg dimaksud terima jatah Rp 1, 5 miliar dalam perkara perkiraan suap dana hibah dari Kemenpora buat Komite Olah-raga Nasional Indonesia.

” Dalam persidangan kerap tampak, beberapa nama pihak beda, termasuk juga bukti-bukti yg beda. Bab cukuplah atau kurang itu ada proses kelanjutan yang wajib dilaksanakan, umpamanya bila itu ada di kenyataan persidangan karena itu semestinya mesti dianalisis dahulu, ” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/4) .

Imam Nahrawi dimaksud memperoleh jatah Rp 1, 5 miliar. Perihal itu tertuang dalam berita acara pengecekan (BAP) Sekretaris Sektor Rencana serta Budget KONI Suradi yg dibacakan jaksa KPK dalam sidang dengan terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy.

Febri mengemukakan, fakta-fakta yg tampak dalam persidangan lebih dahulu bakal dipelajari oleh team instansi antirasuah. Menurut Febri, ada pengujian berlapis dari info seorang yg menyebutkan pihak beda terima suap atau turut serta satu perkara korupsi.

” Jaksa penuntut umum akan juga bikin kajian kemudian memberikan terhadap pimpinan buat peningkatan seterusnya, atau bakal disaksikan dahulu rangkaian-rangkaian kenyataan persidangan seterusnya lantaran persidangan kan tetap berjalan, ” kata Febri.

Nama Imam Nahrawi tampak dalam persidangan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Dalam sidang, jaksa KPK mengonfirmasi info Sekretaris Sektor Rencana serta Budget KONI, Suradi yg tertuang dalam Berita Acara Pengecekan (BAP) .

Menurut Jaksa KPK Titto Jaelani, dalam BAP, Suradi menyebutkan pada Kamis, 13 Desember 2018 Ending Fuad Hamidy mengarahkan pembuatan pilihan pembiayaan aktivitas pada KONI sebesar Rp 17, 9 miliar.

” Pada kala itu Fuad Hamidy memohon saya membuat sejumlah pilihan aktivitas biar ongkos sebesar-besarnya dikeluarkan KONI Rp 8 miliar dari keseluruhan Rp 17, 9 miliar lantaran Fuad Hamidy punyai kepentingan buat berikan uang ke Kemenpeora seperti Menpora, Ulum, Mulyana serta sejumlah petinggi lain’, benarkah? ” bertanya Jaksa Titto.

” Benar, waktu Pak Sekjen mengemukakan ‘uangnya kurang, tolong dibikin Rp 5 miliar lantaran nyata-nyatanya kebutuhannya begini ada Rp 3 miliar demikian seperti di daftar’, lantas ditambah Rp 5, 5 miliar jadi lebih kurang Rp 8 miliar, ” jawab Suradi.

Dengar jawaban Suradi, Jaksa KPK memperlihatkan bukti berwujud catatan lis pembagian uang yg dibikin Suradi. Dalam catatan itu, ada 23 inisial nama yg komplet dengan nilai uang yg bakal dikasihkan. Terhadap Suradi Jaksa KPK mengonfirmasi barang siapa mereka yg dimaksud dalam inisial itu.

” Barang untuk bukti, inisial M apa tujuannya? ” bertanya Jaksa KPK .

” Mungkin buat menteri. Saya tak bertanya Pak Sekjen, analisis saya Pak Menteri, ” jawab Suradi.

Tidak cuman inisial M, ada juga inisial UL. Menurut Suradi itu merupakan inisial staf Menpora Miftahul Ulum. Menurut Suradi, Ulum memperoleh jatah Rp 500 juta, dan M yg dia tafsirkan jadi Menpora dalam lis itu dapatkan sebesar Rp 1, 5 miliar.

” Jadi Rp 2 miliar penjumlahan dari Rp 1, 5 miliar serta Rp 500 juta, ” kata Suradi.

Menurut Suradi, keseluruhan yg bakal diserahkan ke 23 inisial itu Rp 3, 43 miliar. Walaupun bikin lis penerima fee, Suradi tak paham apa uang itu udah dikasihkan atau belum. Termasuk juga fee yg dia tafsirkan buat Menpora, Imam Nahrawi.

” Bila dikasihkan, saya belum terima, yg beda saya tidak mengerti, ” ujar Suradi.

About admin