Home / Berita Umum / Penurunan Pemakaian Utang Membuat Rasio Utang Pada PDB

Penurunan Pemakaian Utang Membuat Rasio Utang Pada PDB

Penurunan Pemakaian Utang Membuat Rasio Utang Pada PDB – Kementerian Keuangan mencatat jumlahnya utang pemerintah pada April 2019 sampai Rp4.528,45 triliun atau seputar 29,65 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlahnya utang itu alami penurunan seputar Rp38,86 triliun jika dibanding dengan Maret 2019 sebesar Rp4.567,31 triliun.

Tetapi, bila dibanding April 2018, jumlahnya utang pemerintah melejit Rp347,84 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan jumlahnya utang pemerintah alami penurunan sebab faksinya menyengaja batasi pemakaian instrumen pembiayaan dari utang dalam Budget Penghasilan serta Berbelanja Negara (APBN) dalam satu bulan paling akhir. Ini dikerjakan jadi tanggapan atas situasi bidang keuangan global yang berefek pada fluktuasi nilai ganti rupiah.

“Pemerintah makin batasi (utang) untuk menghindarkan fluktuasi mata uang yang nanti akan memberatkan budget dan makin berdayanya suport domestik dalam pembangunan serta pembiayaan defisit,” katanya dalam laporan APBN KiTa, Kamis (16/5).

Berdasar pada realisasi pemakaian APBN per April 2019, penetapan pemakaian utang kelihatan jelas pada pos pembiayaan utang yang turun 24,8 % jadi Rp145 triliun. Ini kebalikannya dengan pemakaian utang pada periode yang sama tahun kemarin, dimana jumlahnya pembiayaan utang sampai Rp192,8 triliun.

Lebih detil, pemakaian utang berbentuk Surat Bernilai Negara (SBN) turun 17,6 % jadi Rp160,5 triliun. Tetapi, pemakaian utang dari pos utang luar negeri malah melejit 703,8 % jadi Rp15,5 triliun.

“Utang luar negeri masih dikerjakan pemerintah mengingat ada transfer of knowledge dari donor, dan instansi itu memberi dukungan pembangunan infrastruktur serta peningkatan Sumber Daya Manusia di Indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya batasi pemakaian utang pada bulan kemarin, jumlahnya utang sukses turun sebab pemerintah tingkatkan realisasi pengeluaran untuk pembayaran bunga utang. Tertera, pembayaran bunga utang sampai Rp82,6 triliun pada April 2019. Jumlahnya itu bertambah 4,2 % dari April 2018 sebesar Rp79,3 triliun.

Di lain sisi, jumlahnya utang pemerintah pada April 2019 terdiri atas SBN sampai Rp3.747,74 triliun atau seputar 82,76 % dari keseluruhan utang. Bekasnya, seputar 17,24 % berbentuk utang sejumlah Rp780,71 triliun.

Utang SBN terdiri atas denominasi rupiah sejumlah Rp2.735,78 triliun yang datang dari Surat Utang Negara (SUN) Rp2.260,5 triliun serta Surat Bernilai Syariah Negara (SBSN) Rp475,28 triliun. Sesaat utang berdenominasi valuta asing sebesar Rp1.011,96 triliun yang terdiri atas SUN Rp795,89 triliun serta SBSN Rp216,07 triliun.

Keseluruhannya, penurunan pemakaian utang membuat rasio utang pada PDB cuma seputar 29,65 %. Bagian utang itu alami penurunan jika dibanding Maret 2019 sebesar 30,12 % dari PDB. “Kami berupaya jaga utang masih dalam rasio yang aman,” tutupnya.

About penulis77